Minggu, 09 Desember 2012

Dibawah Pohon Rindang

Oleh :  Adhi



     Pohon yang besar...
     Daunnya subur...
     Pohon yang rindang...
     Bawahnya teduh...



Pohon Trembesi.
Siang hari yang panas.
Duduk-duduk di bawah pohon yang rindang dan teduh sangatlah segar dan nyaman. Bikin kelopak mata terasa semakin berat. Bukan karena gravitasi meningkat, tapi rasa kantuk yang bikin mata ingin menutup rapat.

Kenapa begitu?

Siang hari pohon mengeluarkan oksigen hasil fotosintesis, jadi bikin segar. Tapi malam hari pohon mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida hasil pernapasan, jadi sebaiknya malam hari jangan tidur di bawah pohon.


Cahaya matahari di sela-sela daun.
Cobalah menengadah dan lihatlah ke atas. Daun-daun saling berlomba meraih posisi terbaik agar dapat menangkap cahaya matahari secara optimal untuk proses fotosintesis.
Akibatnya? Hampir tidak ada cahaya matahari yang bisa menembus dedaunan yang rindang. Sehingga hanya sedikit cahaya matahari yang bisa mencapai sampai ke bawah pohon. Oleh karena itulah biasanya di bawah pohon itu terasa teduh dan nyaman.


Di bawah pohon Ketapang.
Pohon Ketapang.
Pohon Nangka.
Pohon Matoa.

Warna hijau pada daun juga menimbulkan sensasi adem, sejuk dipandang. Bahkan hijaunya dedaunan menandakan kesuburan dan kemakmuran, yang bisa bikin pikiran jadi tenang dan tenteram.

Pohon Nangka berbuah.
Pohon Pakis Haji.
Pohon Palem Raja.

Inilah bukti kebesaran Allah, dan sekaligus menandakan bahwa Allah Maha Penyayang pada kita semua. Di bawah pohon memang segar dan nyaman.
Mari kita pelihara pohon, jangan tebang pohon sembarangan. Setuju kan?!

---------------------------------------------------------------------------------------------------